Bersukacitalah !!!!

cerita inspirasi

Cerita inspirasi II
Nama : Sri wulan rahmawati
NRP : I34100127
Laskar : 10

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri, sungguh merupakan kota yang dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki tingkat egoisme yang sangta tinggi. Selain itu, mereka suka mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang duduk di tengah alun-alun kota mereka.

Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. “Apa yang kau buat?” tanya seorang anak yang lewat. “Kami membuat sup batu yang sangat enak,” kata si pengembara, “tetapi akan jauh lebih enak jika ditambah se siung kecil bawang,” lanjutnya. Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu. “Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik.” Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak (tentu setelah batunya dibuang) dan penduduk kota ikut menik¬matinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.

Betapa baiknya apabila kita hidup bersama dengan rukun. Tidak cuma berarti tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang menghalangi interaksi dengan sesama. Hidup harmonis ini bukan saja mendatangkan kebahagiaan bagi kita, melainkan juga bagi Tuhan. “… sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat …”
Oleh karena itu marilah kita hidup berdampingan dengan rukun dan mengurangi rasa saling curiga dan keegoan yang tinggi. Karen orang yang memelihara banyak kecurigaan akan membatasi dirinya akan kebahagian.

cerita inspirasi

Cerita inspirasi I
Nama : sri wulan rahmawati
NRP : I34100127
Lascar : 10
Kisah ini merupakan kisah pribadi saya yang saya tidak tahu apakah dapat menginspirasi pembaca atau tidak. Awalnya saya tidak tertarik untuk melanjutkan pendidikan di IPB, tapi saya percaya rencana Tuhan lebih indah yang terjadi dalam hidup saya. Disini saya akan menceritakan perjalanan dari awal saya untuk mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Universitas ternama Indonesia yang diadakan oleh pemerintah kabupaten didaerah saya.
Seperti biasanya untuk mendapatkan beasiswa dari Pemkab di daerah saya harus melalui berbagai macam test tertulis. Saya sangat berminat dan sangat ingin sekali mendapatkannya. Tapi terkadang keinginan saya menciut melihat begitu banyaknya saingan yang akan saya hadapi, dengan peluang yang sangat kecil saya nekat untuk mengikutinya. Pada hari H penyeleksian pertama saya masih bisa berlega hati karena sudah terpilih menjadi 300 siswa dari 50 sekolah menengah atas yang ada di daerah saya. Tapi itu belum apa-apa karena dari 300 siswa tersebut akan diseleksi lagi menjadi 30 orang. Sungguh merupakan peluang yang sangat kecil dan sangat mustahil untuk saya dapatkan karena saya menyadari sebatas mana kemampuan saya dibandingkan teman-teman yang lain. Dan dengan modal kenakatan dan doa saya bangkitkan kembali niat saya. Setidaknya saya harus mengikutinya karena masih banyak diluar sana yang tidak mendapatkan kesempatan seperti ini.
Setelah menunggu hasil test selama sebulan jujur saya sangat resah dan sudah tidak banyak berharap. Dibalik kepasrahan saya pada Tuhan saya juga sangat gelisah menanti pengumuman itu. Ya, sampai pada suatu hari wakil kepala sekolah saya menunjuk siswa yang akan mengikuti seleksi beasiswa di provinsi bagi yang tidak lulus besiswa kabupaten, dan saya adalah salah satunya. Seperti gemuruh, saya hampir menangis menyesalinya. Saya harus menerima dengan lapang hati, penantian panjang yang sangat menyiksa pikiran akhirnya sia-sia.
Saya dikuatkan dan didorong untuk bersemangat lagi oleh orang-orang terdekat saya. Putus asa itulah yang ada dalam pikiran saya, tapi saya harus bangkit karena ujian nasional dan ujian akhir masih menunggu didepan. Saya berdoa kepada Tuhan untuk diberi semangat baru, akhirnya saya melupakannya dan menerima tawaran orang tua saya untuk melanjutkan kuliah di universitas negri di provinsi saya saja.
Sungguh hari yang luar bisa, hari yang penuh mukjizat dari Tuhan saya dinyatakan salah satu dari 5 siswa yang mewakili sekolah saya yang mendapatkan beasiswa Pemkab saya. Sesuatu yang sudah tidak saya harapkan lagi akhirnya Tuhan berikan bagi saya. Tapi ini baru setengah dari perjalanan saya menggapinya. Saya harus menghadapi test universita mana yang akan saya dapatkan diantara 5 universitas yang ditawarkan saya mencoba mengikuti ITB, kedokteran UGM dan IPB. Dan mungkin sudah rencana Tuhan dan juga keterbatasan kemampuan saya saya kalah dalam seleksi kemitraan ITB dan UGM. Dan akhirnya saya memilih IPB dengan jurusan yang sudah ditentukan yang saya sendiri belum begitu mengenalnya. Tapi saya akan mencoba mensyukuri rencana Tuhan yang akan saya jalani ini dengan segala kemampuan yang saya miliki, karena saya percaya rancangan Tuhan itu lebih indah dari rancangan-rancangan manusia, “ tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia saatnya kan tiba nanti kau lihat pelangi kasih-Nya”.